Ali Ansori

WIDYAISWARA MADYA LPMP Baru Mau menjadi penulis...

Selengkapnya
MENUMBUHKAN KESADARAN UNTUK MEMPERBAIKI CARA MENGAJAR

MENUMBUHKAN KESADARAN UNTUK MEMPERBAIKI CARA MENGAJAR

Mengajar bukanlah suatu hal yang sekedar atau apa adanya, namun mengajar adalah hal yang membutuhkan kesadaran dalam melakukannya. Seorang guru akan dikatakan serius menjalankan profesinya jika ia menyadari bahwa mengajar adalah kegiatan yang harus dipersiapkan dengan matang dan dijalankan dengan penuh kreatifitas dan pengetahuan, bukan hanya dengan persiapan dan kegiatan alakadarnya, atau yang penting ada! Buah dari keseriusan tentulah keberhasilan, sebaliknya ketidakseriusan akan memberikan kegagalan, bukan saja pada guru yang bersangkutan, tapi yang lebih menakutkankan adalah anak-anak didik sebagai korban, yaitu ketidaksiapan menyonsong masa depan karena kurang trampil dan pengetahuan yang secuil, ditambah lagi mental yang labil.

Tiada bermaksud mengusili para guru, keberadaan tulisan ini adalah panggilan ansich agar setiap guru mau selalu menumbuhkan kesadaran memperbaiki dan meningkatkan cara mengajar, agar mereka selaku agen perubahan (the Agent of change) mampu mengiring anak didik mereka kepada kesiapan dalam menghadapi masa depan mereka. Untuk itu slogan guru kawa, murid pacak penting untuk selalu kita suarakan sebagai trigger bagi setiap guru untuk terus bersemangat membawa para anak didiknya untuk siap pengetahuan, ketrampilan dan mental. Anies Baswedan saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan bahwa dibalik siswa yang hebat terdapat guru yang hebat juga.

Sebenarnya ada cara efektif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengajar guru, yakni kesadaran mengajar (awareness of teaching). Apakah kesadaran mengajar itu dan apa pula manfaatnya? Kesadaran mengajar adalah suatu kesadaran untuk melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap cara mengajar dan pola interaksi dengan siswa saat mengajar. Dengan munculnya kesadaran semacam ini akan sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan mengajar guru. Dan guru tidak sekedar terjun bebas gaya batu saat mengajar. Karena sering dijumpai ada beberapa guru yang mengajar dengan cara yang monoton, tanpa ada variasi metode ataupun media pembelajaran.

Ada empat pendekatan (approach) untuk menimbulkan kesadaran mengajar menurut Gebhard (1992) yakni: Pertama, pengamatan pada guru lain saat mengajar ( observation of other teachers’ teaching ). Bisakah? Mungkin kalau di Indonesia hal ini sangat sensitive ya? Karena dalam benak guru yang berhak mengamati cara mengajar adalah supervisor, bisa pengawas, kepala sekolah atau wakil kepala bidang kurikulum. Namun Fanselow dalam Gebhard (1992) menyatakan bahwa guru dapat memperoleh kesadaran mengajarnya sendiri dengan melihat cara guru lain saat mengajar. Hal ini secara sederhana bisa dilakukan dengan cara meminta salahsatu guru yang mengajar untuk diamati cara mengajarnya. Jika ingin lebih terstruktur lagi guru bisa melaksanakannya melalui kegiatan lesson study.

Sebelum mengamati tentu yang perlu disiapkan adalah instrumen pengamatannya. Dalam mengamati guru lain mengajar pengamat mencatat tingkah laku ( behavior ) yang perlu mendapat penekanan khusus. Dengan cara ini guru bisa membuat perbandingan cara mengajar dan berinteraksi dengan siswa yang dilakukan guru yang dia matai lalu menimbulkan kesadaran terhadap cara mengajarnya. Dan ini akan memperkaya wawasannya.

Kedua, pengamatan diri sendiri (self-observation). Melakukan pengamatan pada diri sendiri relatif lebih mudah dilakukan karena tidak akan ada kesan sebagai tamu seperti yang terjadi bila melakukan kegiatan pengamatan pada guru lain. Kita merasa lebih “aman” mengelolanya karena hanya membutuhkan alat perekam dan catatan atau instrumen pengamatan.

Pendekatan ketiga adalah menggunakan penelitian tindakan (action research) yang didefinisikan sebagai penelitian yang diprakarsai oleh guru guna meningkatkan praktek pengajaran di kelas. Untuk melakukan penelitian tindakan ada 7 tahap yang perlu diperhatikan, yaitu : 1) mengidentifikasi isu , 2) mencari landasan teori/keilmuan, 3) merencanakan tindakan, 4) memenerapkan tindakan, 5) mengamati tindakan , 6) merefleksikan hasil pengamatan, 7) merevisi rencana.

Terus apa yang bisa diteliti? Banyak aspek yang dapat diteliti berdasarkan pengalaman mengajar di kelasnya. Berdasarkan problem yang dihadapi di kelas biasanya akan memunculkan banyak pertanyaan. Nah, pertanyaan yang sering merisaukan batinnya itulah yang mungkin akan menjadi obyek penelitiannya. Pertanyaan itu bisa menjadi action – research questions atau pertanyaan riset. Setelah didapatkan issu atau masalah yang ingin diteliti guru perlu mengikuti tahap-tahap dalam penelitian tindakan . Berdasarkan hasil penelitian itu akan muncul kesadaran mengajar yang lebih baik untuk meningkatkan kemampuan mengajar.

Pendekatan terakhir adalah jurnal guru (teacher journals ). Jurnal guru atau diary studies adalah laporan pribadi pengalaman belajar – mengajar guru yang didokumentasikan secara teratur dan ditulis dengan jujur. Selama ini jurnal guru memang sudah kita kenal akrab, namun kebanyakan masih belum maksimal penggunaannya. Dalam menuliskan jurnal itu , para guru harus merasa bebas untuk melakukan refleksi, kritik, ragu, bahkan ungkapan frustasi dan menerbitkan pertanyaan-pertanyaan yang didapat selama mengajar. Kepala sekolah dalam hal ini dapat menyarankan pada guru untuk segera menulis jurnal sehabis mengajar dan menganalisa catatan – catatannya setelah seminggu.

Kerangka proses dalam jurnal guru sebagai berikut : 1) memuat laporan tanggal kegiatan belajar mengajar, 2) mencatat kejadian dan detilnya, perasaan yang terlibat dalam kejadian, 3) merevisi catatan jurnal untuk konsumsi publik, 4) mempelajari catatan jurnal dan mencari pola dan kejadian yang signifikan, 5) menafsirkan dan mendiskusikan faktor-faktor yang teridentifikasi.

Memang memerlukan waktu ya? Tetapi itu akan sangat membantu guru untuk menemukan kejadian yang menonjol dan pola – pola tertentu dalam interaksi guru dengan siswa di kelas. Catatan akan lebih mudah didapat dan dibaca daripada kita mengabaikan begitu saja fakta yang terjadi saat kita mengajar. Dengan membuka catatan guru akan muncul kesadaran mengajar yang bisa meningkatakan mutu pembelajarannya.

Selain itu guru mendapatkan keuntungan dengan menuliskan jurnal guru dengan pendekatan seperti diatas. Apa? Guru akan terbiasa mengungkapkan pendapat dan perasaannya secara bebas dalam tulisan. Ini akan membawa manfaat dalam hal kebiasaan menulis yang sering dianggap barang langka dalam kehidupan guru. Padahal menulis perlu latihan terus menerus untuk bisa menyampaikan gagasan secara tepat .

Menumbuhkan kesadaran mengajar sejatinya merupakan cara yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan mengajar guru karena itu bermula dari motif internal. Pendekatan yang digunakan dapat memilih dari empat pendekatan yang ada dalam tulisan ini. Hanya diperlukan kemauan yang kuat dari seluruh unsur dalam sekolah agar komponen yang paling pokok dalam pembelajaran, yakni kualitas guru bisa meningkat, berdaya guna dan berhasil guna. Dan yang terpenting adalah kemauan guru itu sendiri untuk meningkatkan professionalisme mereka. Semoga kualitas guru kita semakin baik. Semoga.

Mentok, 11 Februari 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Luar biasa Pak. Suguhan makan malam penuh gizi. Begitu berbobot sehingga tak perlu lagi mengulasnya. Terima kasih. Sukses dan barokah.

11 Feb
Balas

Terimakasih atas komen bapak, insyaallah akan semangat terus menulis. Mohon kritik dan saran nya selalu untuk tulisan tulisan saya berikutnya. Mksh

12 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali